Minggu, 02 Desember 2007

Untitled

Kian ke depan,,

Zaman semakin edan,,

Orang bertindak tak pakai pikiran,,

Yang terbersit hanyalah kesenangan,,

Karena mereka lelah akan penderitaan,,

Smua menjadi awut-awutan,,

Hancur brantakan,,

Hilang tak berkesan,,

Apakah kiranya nanti,,

Kan kembali ke titik jadi,,

Mencapai kehidupan yang sejati,,

Tentram dan damai dihati,,

Hingga tak ada penyesalan diri,,

Disuatu hari nanti,,

Atau disaat yang tak pasti..

Pengaharapan

Dalam tatapan,,

Muncul sebuah harapan,,

Tentang suatu kehidupan,,

Dimasa mendatang,,

Kegirangan,,

Itu pasti dirasakan,,

Kesenangan,,

Itu yang diharapkan,,

Dan kebahagian merupakan tujuan,,

Namun,,

Smua itu perlu perjuangan,,

Butuh Pengorbanan,,

Butuh usaha yang tak kan pernah usang,,

Walau banyak aral melintang,,

Walau banyak cobaan yang datang,,

Melainkan tetap tegar,,

Berdiri tegak dan ”kekar”,,

Tak merasa resah ataupun gusar,,

Namun menerima dengan hati besar...

Untitled 2

Aku bagai dalam ruang beku,,

Tak dapat berkata apalagi berlaku,,

Hanya bisa duduk diam termangu,,

Menanti sesuatu yang tak tentu,,

Pasrah,,

Haruskah??

Terbelengu oleh ragu,,

Hingga tak dapat berbuat sesuatu,,

Marah,,

Dapatkah aku??

Menolak smua yang telah terjadid padaku,,

Menentang keras,, dengan sekuat tenaga dan sepenuh jiwa,,

Berharap bisa memutar smua..

Bisakah??

Mengapa gundah slalu datang,,

Dimana resah dan gelisah turut menyerta,,

Asa terbang bebas ke Angkasa,,

Tak tw kemana arahnya

Sapaan Cinta,,

Saat rasa mengetuk dada,,

Terdengar bisik penuh tanya,,

Seakan Tanya penuh makna,,

Hingga membuatku ternganga..

Ia bertanya,,

Bertanya pada penjaga,,

Tentang gerbang dijiwa,,

Apakah kiranya tlah terbuka???

Ruang kosong dijiwa,,

Tlah adakah penghuninya,,

Tlah adakah yang mengisinya,,

Mengisi relung-relung hati dijiwa,,

Adakah terisa??

Tempat tuk berlabuh,,

Smoga saja

Harapnya penuh...

Galau

Dalam kesendirianku,,

Kegalauan dating menghampiri kalbu,,

Mengusik jiwaku yang pilu,,

Bagai hantu yang muncul tuk mengganggu,,

Takut,,,

Perasaan itu yang slalu melekat..

Melekat dengan pekat dalam ingatan..

Hingga sulit untuk dilepaskan..

Derita,,

Itu yang Kurasa,,

Nestapa,,

Itu yang tersisa,,,

Harus aku selalu berada didalamnya

Dalam kubangan derita,,

Yang kosong dan hampa,,

Dapatkah aku keluar dari sana??

Kutunggu jawabna..

- LELAH -

Rasa ini,,,

Mengapa slalu menyelimuti diri??

Mengapa slalu mengoyak jiwaku yang sepi??

Hingga hati goyah kembali,,

Aku sunggung membenci keadaan ini..

Mengapa ini harus terjadi?

Apa salah diri ini??

Hingga harus slalu merasakan smua ini

Lelah diriku akan hati ini,,

Lelah hatiku akan persaan ini,,

Kucoba tuk hindari,,

Namun tak jua bisa kusingkiri,,

Sungguh lelah aku kini,

Hingga pasrah yang tersisa,

Namun tak berhenti berharap..

Ada hikmah dibalik smua yang telah terjadi..

Dear Diary,,

Disini,,

Diatas kertas ini,,

Kucoba tuangkan segala perasaan yang menyelimuti diri,,,

Tanpa harus taku orang akan mengetahi,,

Karna ku yakin,, kau akan menjaga rahasia hati ini,,,

Dan kuyakin pasti,,

Kau takkan membiarkan sembarang orang bisa membaca apa yang kutulis disini,,

Sehingga kini,,

Ku dapat berlega hati..

Pedih


Tangis mengalir,,,

Air mata bergulir,,

Membasahi ragaku yang kering,,,

Menghujani hatiku yang kian terkikis,,,

Menyayat jiwaku bagai teriris,,,

Teriris oleh pisau yang tajam nan tipis,,,